0
Dikirim pada 27 November 2013 di Lifestyle
Ajaran Buddha telah dipeluk sebagai agama di berbagai belahan dunia. Meski banyak teks yang mencatat kehidupan dan ajaran Sang Buddha, soal di mana Sang Buddha hidup dan tinggal masih menjadi debat panjang. Sebab, tak banyak bukti nyata.(baca juga: Smartphone Terbaik 2013)
 
Namun temuan arkeolog kini bisa menjadi bukti kuat, kapan dan di mana dahulu Sang Buddha hidup.
 
Diberitakan BBC, Selasa 26 November 2013, arkeolog menemukan tempat yang menunjukkan tempat kelahiran Buddha. Yakni, pada bangunan yang tertimbun pada struktur Kuil Maya Devi di Lumbini Nepal. 
 
Para arkeolog menggali pada bagian pusat kuil itu. Wilayah Lumbini yang terletak barat daya Nepal, dan berbatasan dengan India itu sering diziarahi umat Buddha tiap tahun. Mereka meyakini itu sebagai tempat kelahiran Siddhartha Gautama yang menjadi Buddha.
 
Setelah menggali, arkeolog mengambil sampel berupa fragmen arang dan butiran pasir, dan menghitung usia sampel, dan hasil pengitungan sampel menunjukkan usia bangunan itu abad 6 SM.
 
"Sekarang, untuk pertama kalinya, kita memiliki urutan arkeologi Lumbini yang menunjukkan bangunan di sana terawal abad ke 6 SM," jelas  Prof Robin Coningham, arkeolog Durham University.
 
"Ini adalah bukti terawal dari sebuah kuil Buddha di manapun di dunia ini," tegas dia.
 
Menurut peneliti, temuan itu bisa menyelesaikan perdebatan tanggal kelahiran Sang Buddha. 
 
Sebab perkiraan yang diyakini sepanjang ini, kelahiran Sang Buddha yakni sekitar 634 SM, sementara para akademisi mempercayai Sang Buddha lahir pada masa 390-340 SM. Sedangkan bukti terawal struktur Buddha di Lumbini berusia tak lebih awal dari abad ke 3 SM, yakni pada masa Kaisar Ashoka.
 
Penggalian juga mendeteksi tanda-tanda akar pohon kuno pada bangunan kayu tengah kuil. Semakin menguatkan bahwa kuil ini merupakan tempat kelahiran Buddha. 
 
Pada tradisi Buddha, tercatat Dewi Maya Devi telah melahirkan sang Buddha sambil memegang cabang pohon di Taman Lumbini.
 
"Temuan ini penting untuk lebih memahami kelahiran Sang Buddha. Pemerintah Nepal akan lebih hemat dalam melestarikan situs yang signifikan itu," ujar Ram Kumar Shrestha, Menteri Budaya, Pariwisata dan Penerbangan Sipil Nepal.   (eh)

Source: http://teknologi.news.viva.co.id/



Cari Informasi Wisata Pangandaran, Paket Wisata Pangandaran, Green Canyon, Batu Karas dan yang lainnya, segera buka www.mypangandaran.com


Dikirim pada 27 November 2013 di Lifestyle
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah number1 ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 832.431 kali


connect with ABATASA